PT CHAIN ASIA CONECT Logo
MEDIA & OFFICIAL ANNOUNCEMENTS

Newsroom & Corporate Releases

Pusat publikasi resmi, pengumuman korporasi, pencapaian legalitas, dan agenda kemitraan strategis PT CHAIN ASIA CONECT.

SEMUA PUBLIKASI & PENGUMUMAN Total: 11 Publikasi
Model Integratif Physical-Digital Twin dengan Legal Ontology dan MARL untuk Optimasi Dual-Temperature Cold-Storage Mikro di TNBBS, Krui Buka Naskah Ilmiah
🔬 PREPRINT • WORKING PAPER DOI: 10.13140/RG.2.2.83242.53054 05 NOVEMBER 2026 • 10 min baca

Model Integratif Physical-Digital Twin dengan Legal Ontology dan MARL untuk Optimasi Dual-Temperature Cold-Storage Mikro di TNBBS, Krui

Ilham Pradani* • Divisi Riset & Pengembangan PT CHAIN ASIA CONECT

Abstrak: Latar Belakang: Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) memerlukan sistem penyimpanan mikro-dual suhu (0-4 degC & -18 degC) yang efisien dan patuh regulasi lingkungan. Metode: Kerangka integratif Physical-Digital Twin (PDT) dikombinasikan dengan Legal Ontology berbasis Prolog dan Multi-Agent Reinforcement Learning (MARL) menggunakan algoritma Proximal Policy Optimization (PPO). PDT mensimulasikan dinamika termal real-time, Legal Ontology mengkodifikasi UU Konservasi, Peraturan Emisi, dan ISO 14001, sedangkan MARL mengoptimalkan penjadwalan pendinginan, alokasi energi terbarukan, dan rute logistik. Temuan Kunci: Peningkatan efisiensi energi 23 %, kepatuhan hukum 100 %, dan pengurangan jejak karbon 18 % dibandingkan baseline konvensional. Rekomendasi: Implementasi prototipe di lapangan, pengembangan modul verifikasi smart-contract otomatis, serta pelatihan operator untuk mitigasi risiko sensor dan gangguan energi. Background: The TNBBS region requires an efficient dual-temperature micro-cold storage system (0-4 degC & -18 degC) that complies with stringent environmental regulations. Methodology: An integrative framework combining a Physical-Digital Twin (PDT), a Prolog-based Legal Ontology, and Multi-Agent Reinforcement Learning (MARL) with Proximal Policy Optimization (PPO) was developed. The PDT simulates real-time thermal dynamics, the Legal Ontology encodes conservation laws, emission regulations, and ISO 14001, and MARL optimizes cooling schedules, renewable energy allocation, and logistics routing.

Model Hybrid DAG-Edge-IoT Temperature-Credit Token untuk Optimasi Routing Mikro Cold-Storage di Koridor Konservasi TNBBS Buka Naskah Ilmiah
🔬 PREPRINT • WORKING PAPER DOI: 10.13140/RG.2.2.89379.36039 04 NOVEMBER 2026 • 10 min baca

Model Hybrid DAG-Edge-IoT Temperature-Credit Token untuk Optimasi Routing Mikro Cold-Storage di Koridor Konservasi TNBBS

Ilham Pradani* • Divisi Riset & Pengembangan PT CHAIN ASIA CONECT

Abstrak: Latar Belakang: Zona konservasi TNBBS membutuhkan sistem cold-storage mikro yang dapat menjaga suhu ≤5 °C dengan biaya energi rendah. Tujuan: Mengembangkan model Hybrid DAG-Edge-IoT Temperature-Credit Token (TCT) yang mengintegrasikan konsensus DAG, sensor IoT edge, dan tokenisasi kapasitas pendinginan untuk mengoptimalkan routing logistik. Metode: Dirancang ledger DAG berenergi-rendah, algoritma Multi-Agent Reinforcement Learning (state: lokasi, suhu, bahan bakar; action: pemilihan rute, kecepatan; reward: −penalti suhu −biaya). Meta-contract mengikat penalti suhu pada nilai token sesuai Pasal 1320-1247 KUHPerdata. Simulasi Monte-Carlo (10 000 iterasi, runtime 3,2 h) dibandingkan sistem terpusat. Temuan Kunci: Deviasi suhu rata-rata turun 27 %, efisiensi biaya routing naik 22 %, konsumsi energi ledger 0,018 kWh/tx, pengurangan CO₂ 12 %. Rekomendasi: Implementasi pilot dengan 30 petani, audit independen suhu, dan adopsi klausul SLA (KPI suhu ±2 °C, notice 48 h, cure 24 h) serta force majeure yang mencakup bencana alam dan gangguan IoT.\nBackground: The TNBBS conservation corridor requires micro-cold-storage that sustains ≤5 °C while minimizing energy costs. Objective: To create a Hybrid DAG-Edge-IoT Temperature-Credit Token (TCT) model that fuses low-energy DAG consensus, edge IoT sensing, and cooling-capacity tokenization for logistics routing optimization.

Model Hybrid Edge-AI-Enabled Thermodynamic Control dengan Smart-Contract Incentive untuk Optimasi Mikro-Cold-Storage Dual-Temp di Koridor Konservasi TNBBS Buka Naskah Ilmiah
🔬 PREPRINT • WORKING PAPER DOI: 10.13140/RG.2.2.91179.55833 04 NOVEMBER 2026 • 10 min baca

Model Hybrid Edge-AI-Enabled Thermodynamic Control dengan Smart-Contract Incentive untuk Optimasi Mikro-Cold-Storage Dual-Temp di Koridor Konservasi TNBBS

Ilham Pradani* • Divisi Riset & Pengembangan PT CHAIN ASIA CONECT

Abstrak: Latar Belakang: Indonesia kehilangan hingga 30 % hasil hortikultura pasca-panen; di koridor TNBBS regulasi energi terbarukan menuntut operasi cold-storage yang ramah lingkungan. Tujuan: Mengembangkan model hybrid Edge-AI-Enabled Thermodynamic Control (HEAT-C) yang mengintegrasikan kontrol suhu real-time, simulasi CFD mikro-node, dan smart-contract incentive berbasis KUHPerdata serta UU No.32/2009. Metode: 1) Jaringan IoT (48 sensor per node, sampling 1 Hz, periode uji 90 hari); 2) LSTM edge-AI dilatih dengan 5-fold cross-validation (MAE = 0.42 °C, RMSE = 0.58 °C, akurasi ≥ 95 %); 3) CFD (mesh ≤ 1 mm, k-ε turbulence, inlet 25 °C, outlet –18 °C) divalidasi terhadap data laboratorium (R² = 0.96); 4) Smart-contract model (pay-off matrix, penalti 20 % kontrak, ROI = 14 % dalam 2 tahun) dan analisis sensitivitas harga energi. Temuan Kunci: Penurunan loss pangan 23 % dan peningkatan efisiensi energi 18 % dibandingkan sistem konvensional; kepatuhan energi terbarukan tercapai 99,2 %. Rekomendasi: Implementasi pilot di tiga fasilitas, audit kuartalan energi, dan adopsi klausul SLA serta force-majeure yang disesuaikan dengan Pasal 1243-1245 KUHPerdata. Background: Indonesia suffers up to 30 % post-harvest loss; the TNBBS corridor imposes renewable-energy mandates on cold-storage operations. Objective: Develop a Hybrid Edge-AI-Enabled Thermodynamic Control (HEAT-C) model that fuses real-time temperature control, micro-node CFD simulation, and a smart-contract incentive grounded in the Civil Code and Law No.32/2009.

Model Integratif 3-Dimensi Thermal-Teknis-Yuridis untuk Mikro-Node Cold-Storage Dual-Temperature Berbasis Blockchain di Koridor Konservasi TNBBS Buka Naskah Ilmiah
🔬 PREPRINT • WORKING PAPER DOI: 10.13140/RG.2.2.19369.96862 03 NOVEMBER 2026 • 10 min baca

Model Integratif 3-Dimensi Thermal-Teknis-Yuridis untuk Mikro-Node Cold-Storage Dual-Temperature Berbasis Blockchain di Koridor Konservasi TNBBS

Ilham Pradani* • Divisi Riset & Pengembangan PT CHAIN ASIA CONECT

Abstrak: Latar Belakang: Di wilayah TNBBS, kehilangan hasil pertanian pasca-panen mencapai 27 % akibat infrastruktur energi terbatas dan regulasi konservasi yang melarang fasilitas pendinginan berskala besar. Tujuan: Mengembangkan model integratif tiga dimensi (thermal, teknis, yuridis) untuk mikro-node cold-storage dual-temperature yang dikelola secara desentralisasi melalui smart-contract berbasis blockchain. Metode: (1) Sub-model termal CFD-IoT (geometri kontainer, koefisien konveksi, beban termal) divalidasi lapangan pada tiga desa; (2) Sub-model teknis mengoptimalkan mini-grid surya-LiFePO₄ dengan pemrograman linear-non-linier (CAPEX, OPEX, ROI, analisis sensitivitas); (3) Sub-model yuridis menyandikan standar HACCP, Pasal 1243-1338 KUHPerdata, UU ITE, dan klausul force majeure dalam smart-contract; (4) Algoritma penjadwalan dinamis (fungsi tujuan: minimisasi loss pangan, emisi CO₂, biaya transaksi) diselesaikan dengan solver Gurobi. Temuan Kunci: Efisiensi termal meningkat 23 %, emisi CO₂ turun 18 %, biaya transaksi berkurang 31 % dibandingkan sistem sentralisasi; ROI tercapai dalam 3,2 tahun pada skenario energi menengah. Rekomendasi: Implementasi pilot skala menengah, audit keamanan data tiap 6 bulan, dan adopsi forum arbitrase BANI untuk sengketa lintas-negara.---Background: The TNBBS corridor suffers up to 27 % post-harvest loss because of weak energy infrastructure and strict conservation rules that prohibit large-scale cooling facilities. Objective: To propose a three-dimensional integrative model (thermal, technical, legal) for dual-temperature micro-node cold-storage managed by blockchain-based smart-legal contracts.

Model Distribusi Logistik Hospitality dan Rekonstruksi Kepastian Kontrak Pasokan di Kawasan 3T: Studi Kasus Empiris Krui Kabupaten Pesisir Barat Buka Naskah Ilmiah
🔬 PREPRINT • WORKING PAPER DOI: 10.13140/RG.2.2.14820.91520 02 NOVEMBER 2026 • 6 min baca

Model Distribusi Logistik Hospitality dan Rekonstruksi Kepastian Kontrak Pasokan di Kawasan 3T: Studi Kasus Empiris Krui Kabupaten Pesisir Barat

Ilham Pradani* • Divisi Riset & Pengembangan PT CHAIN ASIA CONECT

Abstrak: Pertumbuhan pesat sektor pariwisata bahari di Kabupaten Pesisir Barat (Krui WSL Pro) menciptakan lonjakan kebutuhan hospitality komoditas segar di tengah isolasi geografis lintas TNBBS. Penelitian ini mengkaji hambatan last-mile logistik dan kerentanan yuridis kontrak pasokan pada homestay/villa seperti Villa Nalu dan Surfmatra. Temuan membuktikan distorsi biaya pengadaan 35-45% dan spoilage 15-20% akibat ketiadaan cold-chain, serta kerentanan sengketa akibat ketiadaan SLA tertulis. Rekonstruksi model distribusi kolaboratif terpadu yang dikembangkan Divisi R&D PT CHAIN ASIA CONECT menawarkan solusi solutif berbasis micro-hub dan standardisasi kontrak berkeadilan.